Satu kejadian kecil bisa merubah hidup seseorang, begitu pula huruf-huruf sms yang hanya 160 karakter tiap set-nya. Huruf-huruf itu bisa sangat berpengaruh. Kurasa itu juga yang baru saja terjadi. Sebuah pesan sepanjang hampir 300 karakter yang bisa mengubah prioritasku, begitu melemahkan satu sisi dan menguatkan sisi lain.
Seseorang yang hampir membuatku jatuh cinta, sepertinya sudah menggenggam jemari gadis lain. Untung saja aku masih ‘nyaris’ jatuh cinta padanya. Belum benar-benar jatuh cinta. Apalagi sampai begitu dalam. Kini dalam benakku tercetus semangat yang begitu kuat untuk mengejar studiku ke luar. Mengejar kualifikasi yang kubutuhkan untuk berangkat, meski mungkin masih tahun depan. Aku jadi begitu yakin, begitu bersemangat, bahwa studiku jauh lebih feasible untuk diraih daripada cinta. Kecuali Tuhan berkehendak lain.
Prioritasku ini bukan berarti aku akan meninggalkan cinta di urutan paling bawah, aku hanya menjadikannya nomor dua. Kalau semula targetku tahun ini dapat calon suami, sekarang targetku tahun ini aku bereskan kualifikasi untuk bisa sekolah lagi. Setidaknya IELTS, proposal (calon) tesis, dan rekomendasi untuk pergi. Soal Letter of Acceptance, bisa kukejar awal tahun depan. Kuharap begitu.
Mungkin memang harus begini…